KAJIAN KELAYAKAN PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN NONGSA, BATAM

Nevina, Risha Artania (2025) KAJIAN KELAYAKAN PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN NONGSA, BATAM. S2 thesis, Poltekpar NHI Bandung.

[img] Text
T_2023109017_BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
T_2023109017_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (740kB)
[img] Text
T_2023109017_BAB III.pdf

Download (719kB)
[img] Text
T_2023109017_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
T_2023109017_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (421kB)
[img] Text
T_2023109017_COVER.pdf

Download (454kB)
[img] Text
T_2023109017_FULLTEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)
[img] Text
T_2023109017_JURNAL IN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (91kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan kawasan wisata mangrove di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, sebagai destinasi kawasan mangrove berbasis konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Kawasan ini memiliki potensi ekosistem yang kaya serta nilai edukatif yang tinggi, namun pengembangannya belum optimal karena menghadapi berbagai kendala di lapangan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara saat pra-penelitian bersama masyarakat dan pemangku kepentingan, ditemukan bahwa hambatan utama meliputi minimnya infrastruktur pendukung, rendahnya partisipasi kelembagaan seperti Pokdarwis, belum tersedianya paket wisata terstruktur, serta lemahnya koordinasi lintas sektor antara masyarakat, pemerintah desa, dan dinas terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka evaluatif berbasis pendekatan 7A (Attraction, Accessibility, Amenities, Activities, Ancillary, Available Package, dan Accommodation) dari Cooper et al. (2008), yang diperkuat dengan teori-teori aplikasi untuk masing-masing aspek. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan secara tematik melalui triangulasi data untuk memperoleh gambaran utuh dan kontekstual mengenai kondisi eksisting kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya aspek Attraction dan Ambience yang dinilai layak dan memiliki kekuatan daya tarik alami serta suasana kawasan yang tenang dan edukatif. Aspek Amenities, Ancillary, dan Available Package tergolong belum layak karena keterbatasan fasilitas, lemahnya struktur layanan pendukung, dan tidak adanya produk wisata yang terintegrasi. Sementara itu, aspek Accessibility, Activities, dan Accommodation dinilai layak sebagian, namun memerlukan penguatan strategis. Berdasarkan temuan tersebut, disusun matriks rekomendasi pengembangan dalam bentuk langkah-langkah aplikatif, termasuk penyusunan paket wisata konservatif-edukatif, revitalisasi Pokdarwis, pelatihan pemandu wisata, serta pembangunan akomodasi berbasis komunitas seperti homestay dan eco-lodge. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model evaluasi kelayakan destinasi berbasis pendekatan 7A, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi pemerintah, pengelola wisata, investor, dan masyarakat dalam membangun destinasi kawasan mangrove yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: Mangrove, Kelayakan 7A, Partisipasi Masyarakat, Pengembangan Destinasi, Nongsa.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Magister Manajemen Bidang Pariwisata
Depositing User: firman Firman Rahmat
Date Deposited: 27 Mar 2026 08:43
Last Modified: 27 Mar 2026 08:43
URI: http://repository.poltekpar-nhi.ac.id/id/eprint/3476

Actions (login required)

View Item View Item